Bahasa

Artinya saja aku tidak mengerti. Memangnya apa itu bahasa? Semacam benda kah? Atau sesuatu yang berasal dari perut bumi. Mungkin saja.
Menurutku bahasa tidak terlalu rumit. Hanya saja ada sedikit kendala disini. Oh, tidak. Bukan sedikit. Tetapi banyak. Dan banyak sekali.
Pertama, aku bukan pecinta sastra bahasa. Entah bahasa apapun itu. Kedua, aku tidak terlalu suka dengan bahasa, bahkan aku tidak tahu apa itu artinya. Dan ketiga, aku benar-benar tidak mengerti apa yang diinginkan ‘dia’, dari ku ini yang tak mengerti bahasa. Namun seolah-olah mengerti dan benar-benar memahami.
Ya! Aku bertindak sombong. Padahal aku sendiri sedang bingung mencari arti kata ‘bahasa’ yang selalu saja, digunakannya saat bertemu dengan ku.
Tidak. Bukan dengan ucapan. Namun dengan tatapan yang mampu membuatku mengerutkan kening seraya bertanya pada diri sendiri, ‘Memangnya ada yang salah dari ketidaktahuanku tentang bahasa? Bukankah, kasus seperti ini sering terjadi?’ Lagi-lagi pertanyaan tanpa jawaban.
Sebenarnya aku lelah. Bukan lelah dalam arti yang sesungguhnya. Ini hanya perumpamaan sebuah perasaan yang tak kunjung menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang ku ajukan sendiri. Jangankan melangkah terlalu jauh—dengan mencari jawaban itu. Untuk bertanya pun rasanya aku tak sanggup lagi. Terlalu banyak pertanyaan yang seharusnya, dan sebaiknya aku tanyakan.
Namun yang aku tahu, satu hal yang membuatku tak yakin akan diriku sendiri adalah bagaimana caraku bertahan dalam keterdiaman semu untuk memahami definisi ‘bahasa’, dalam arti sesungguhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s